Ruang waktu yang ada, seakan tak halangi tuk sampaikan maksud hati yang terdalam. Saat ku baca isi hatimu, di sebuah ruang sepi yang seakan satukan kita, peluang itu seakan ada untuk ku, memanggil ku, menyiapkan ku tuk berjibaku. Pintu yang telah kau buka, seakan memanggil ku tuk bergabung bersamamu, siap melanglang buana arungi dunia penuh warna. Berserta jiwa yang membara, ku bawa mimpi dan harapan yang besar tuk dapat bergabung bersama, memenangkan segala kompetisi yang ada.
Minggu, 26 Oktober 2008
iklannya iklan
Kita belum pernah bertatap muka…
Kita belum pernah benar-benar bertemu…
Namun aku selalu ingin tahu tentang mu…
Aku selalu merindukanmu…
Selalu berusaha mengerti dirimu…
Mengerti mau mu…
Mengerti maksud mu…
Mengerti semua tentang mu…
Karna kau lah pusat segala misteri yang ada…
Karna kau lah pusat segala pusaran waktu ku…
Karna kau lah pusat gravitasi hidup ku…
Ingin ku menyentuh relung hati terdalam mu…
Memahami isi hati mu…
Isi pikiran mu…
Keinginan mu…
Agar kau tak mudah lupakan ku…
Ingin ku mengenalmu…
Lebih dalam lagi…
Segalanya…
Tentang dirimu…
Karna kau lah…
Target Audience ku…
skema kata
Ketika kata menjadi jerat yang seakan tak mau lepaskan mangsa
Kata indah yang terngiang, tak kan mudah dilupakan
Seakan sudah menjadi bagian dari kehidupan
Bahkan saat kebosanan memuncak, kata lah yang terucap
Tangis dan tawa warnai kehidupan
Adegan demi adegan masa pun tersaji bergantian di depan mata
Menggangu namun dirindu
Dibenci namun membakas dalam hati
Gambar demi gambar yang tersaji
Tampil dahyat walau sederhana
Sarat makna dengan prespektif yang berbeda
Seakan merupakan refleksi kehidupan
Satir…
Namun apa adanya…
karna itu adalah mozaik-mozaik dari...
Iklan-iklan kehidupan
duka ruang sepi
mulai menyayat hati
dengan torehan-torehan yang dalam
seakan kan tinggalkan bekas
yang tak kan mungkin terhapuskan
dalam setetes hujan semalam
atau pun sederas mimpi yang menghujam
lari pun aku tak mampu
hadapi sgala yang tlah menyegrap ku
menerkam ku dari masa lalu ku
aku ingin mati...
namun tak sendiri
di ruang yang sepi ini
yang merundung duka semalam sunyi
